Thursday, 28 September 2017
CISC (Complex Instruction-Set Computer)
Complex instruction-set computing atau
(CISC; "Kumpulan instruksi komputasi kompleks") adalah sebuah
arsitektur dari set instruksi komputer dimana setiap instruksi akan menjalankan
beberapa operasi tingkat rendah, seperti pengambilan dari memori, operasi aritmetika, dan penyimpanan ke dalam memory, semuanya
sekaligus hanya di dalam sebuah instruksi. Karakteristik CISC dapat dikatakan
bertolak-belakang dengan RISC. Contoh-contoh prosesor CISC adalah System/360, VAX, PDP-11, varian Motorola 68000 , dan CPU AMD dan Intel x86.
![]() |
| Arsitektur CISC |
Tuesday, 26 September 2017
Example of Pipeline Implementation
Intel 80486
Prosesor Intel 80486
memiliki pipeline dengan 5 tahap,
antara lain adalah sebagai berikut :
- Fetch
o
Dari cache atau memori eksternal
o
Memakai
salah satu dari dua prefetch buffer
yang masing-masing berukuran 16 byte
o
Mengisi buffer dengan data baru seketika setelah
data lama selesai digunakan
o
Rata-rata
dapat mengambil 5 instruksi untuk sekali operasi
o
Bersifat
independen dari tahap lain supaya buffer dapat tetap penuh
- Decode stage 1 (D1)
o
Informasi
opcode dan mode pengalamatan memori
o
Paling
banyak mengambil 3 byte pertama dari sebuah instruksi
o
Mendelegasikan
kepada Decode stage 2 untuk mengambil
sisa instruksi
- Decode stage 2 (D1)
o
Mengembangkan
opcode menjadi sinyal kontrol
o
Perhitungan
untuk mode pengalamatan yang kompleks
- Execute (EX)
o
Operasi
ALU, akses cache, update register
- Writeback (WB)
o
Update
register dan flag
o
Hasilnya
dikirim ke write buffer untuk cache dan bus interface
Saturday, 13 December 2014
Branch in Instruction Pipeline
MASALAH DENGAN BRANCH
Branch atau percabangan instruksi seringkali
kita temukan dalam suatu program atau kode. Pada instruction pipelining, sebuah
instruksi yang bercabang dapat menimbulkan masalah berupa delay dan kesulitan menentukan instruksi mana yang harus dilakukan
setelahnya, seperti yang diilustrasikan berikut:
Misalnya kita memiliki sebuah kode:
Hazard in Pipelining
Dalam mengimplementasi
pipelining, terdapat 3 kondisi yang menyebabkan pipelining kehilangan sebagian
total kinerja yang bisa diraih. 3 kondisi ini dikenal dengan hazard.
1.
Structural
Hazard
Structural hazard
terjadi karena adanya konflik dalam penggunaan resource oleh masing-masing
instruksi yang sedang berada dalam pipeline.
Pipelining pada
dasarnya memungkinkan beberapa instruksi dikerjakan dalam waktu yang bersamaan.
Ketika masing-masing instruksi tersebut dieksekusi, mesin harus mampu memenuhi
resource yang dibutuhkan. Ada kalanya mesin tidak mampu melakukan hal tersebut,
yang menyebabkan sebuah resource mengalami konflik dalam penggunaannya oleh
instruksi-instruksi yang kebetulan akan mengakses resource yang sama.
Instruction Pipeline
Instruction pipeline adalah teknik yang digunakan pada komputer
untuk meningkatkan throughput
eksekusi instruksi pada Central
Processing Unit (CPU). Pipeline
adalah sekumpulan tahapan proses yang terhubung secara berurutan.Output dari
sebuah tahap proses menjadi input untuk tahap berikutnya. Pipeline tidak mengurangi waktu eksekusi sebuah instruksi tetapi
meningkatkan jumlah instruksi yang dapat diproses secara bersamaan.
Dibawah ini akan dibahas tentang Instruction
Pipeline pada CPU. Hal-hal yang dicakup antara lain adalah konsep mengenai pipeline, permasalahan, dan hambatan
yang ada pada pipeline khususnya
mengenai dependensi data, penanganan percabangan instruksi, dan penjelasan
mengenai contoh implementasi pipeline
pada beberapa prosesor komputer.
KONSEP PIPELINE
Diasumsikan pada sebuah bisnis warung makan memiliki tiga tahapan
pekerjaan yaitu Menyiapkan bahan makanan, Memasak, dan Mengantar makanan ke
meja pelanggan yang masing-masing dikerjakan oleh satu orang. Setiap pesanan
pelangganyang diterima akan selalu mengalami tiga tahapan tersebut. Berikut
adalah ilustrasi urutan proses jika tidak menggunakan konsep pipeline.
Gambar 1. Proses Sumber Daya Tanpa Pipeline
Friday, 24 October 2014
Format Instruksi dan Bahasa Assembly Pada Instruction Set Design
FORMAT INSTRUKSI
Sebuah format instruksi
mendefinisikan susunan bit-bit dari sebuah instruksi.sebuah format instruksi
harus menyertakan sebuah opcode dan, baik secara implisit ataupun eksplisit, 0
atau lebih operan. setiap operan eksplisit direferensikan menggunakan jenis
pengalamatan yang telah dibahas sebelumnya. Format yang digunakan harus, baik
secara implisit atau eksplisit, mengindikasikanjenis pengalamatan yang
digunakan. Sebagian besat set instruksi memiliki lebih dari satu format
instruksi.
a. Panjang instruksi
Salah
satu isu terbesar yang harus dihadapi adalah panjang format instruksi.Keputusan
ini berpengaruh dan dipengaruhi oleh, organisasi memori, struktur bus,
kompleksitas processor dan kecepatan processor.Keputusan ini juga menentukan
kekayaan dan fleksibilitas sebuah mesin dalam pandangan seorang programmer
bahasa assembly.
Pertimbangan
dasar panjang instruksi salah satunya terletak pada pilihan apakah memiliki
instruksi yang powerful atau memilih untuk menghemat ruang memori.Pertimbangan
lainya, adalah pilihan apakah panjang sebuah instruksi harus sama dengan lebar
jalur komunikasi memori (data bus) atau salah satunya (panjang instruksi atau
lebar jalur) harus merupakan kelipatan dari yang lainya (contoh lebar jalur = 2
x panjang instruksi). feature penting lain yang perlu di perhatikan adalah
panjang instruksi harus merupakan kelipatan panjang karakter (word). Dengan
demikian, tidak ada bit yang tidak digunakan.
Subscribe to:
Posts (Atom)



